Categories
Pendidikan

Kemiskinan

Kemiskinan

KemiskinanDefinisi Kemiskinan

Secara umum, kemiskinan dapat diartikan sebagai situasi individu penghuni atau keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar mereka secara memadai. Namun, beberapa lembaga atau pihak telah menetapkan pedoman untuk menetapkan kriteria bagi penduduk miskin.

Kemiskinan populasi sebagian besar disebabkan oleh faktor internal dan eksternal populasi. Kemiskinan karena sebab-sebab dapat dibagi menjadi dua: kemiskinan absolut dan kemiskinan struktural. Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang dihasilkan dari faktor-faktor internal populasi. Misalnya, tingkat pendidikan yang rendah, keterampilan yang rendah, budaya, dll. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang dihasilkan dari faktor-faktor eksternal, sehingga kemampuan untuk mengakses sumber daya ekonomi rendah, sedangkan pendapatan penduduk rendah.

 

Pengukuran Kriteria Garis Kemiskinan

Menurut Kuncoro (2004), pengukuran kriteria garis kemiskinan di Indonesia diukur untuk kemiskinan absolut. Secara umum, lembaga negara yang menentukan kriteria garis kemiskinan adalah Central Statistics Institute (BPS). Menurut BPS (1994), kriteria batas yang lemah menggunakan uang rupee yang dihabiskan per bulan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan non-makanan minimum. Kriteria garis kemiskinan yang signifikan diukur dari dua komponen: garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non-makanan.

Kemiskinan adalah cerminan dari ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan mereka sesuai dengan standar. Hendra Esmara (1986) mengukur ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan standar yang berlaku, maka kemiskinan dapat dibagi menjadi tiga:

  • Miskin absolut, yaitu, jika pendapatan di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum; makanan, pakaian, kesehatan, perumahan, pendidikan.
  • Kerabat yang lemah adalah bahwa seseorang sebenarnya hidup di atas garis kemiskinan, tetapi masih di bawah talenta masyarakat sekitarnya.
  • Budaya yang buruk terkait erat dengan sikap seseorang atau sekelompok orang yang tidak ingin mencoba meningkatkan standar hidup mereka, bahkan jika ada upaya dari bagian lain yang membantu.

 

Enam Jenis Kemiskinan

Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa pendekatan masalah pendapatan tidak bisa menyelesaikan masalah masyarakat hanya dari segi pendapatan. Karena masalah kemiskinan masyarakat tidak hanya mencakup masalah ekonomi tetapi juga beberapa masalah lainnya. Kemiskinan di berbagai bidang disebut kemiskinan jamak. Delina Hutabarat (1994) berbicara tentang setidaknya enam jenis kemiskinan yang dilakukan oleh masyarakat:

  • Transisi dari kemiskinan adalah berpenghasilan rendah, jam kerja yang panjang, akomodasi yang buruk, fasilitas air bersih yang mahal.
  • Perlindungan dari kemiskinan, yaitu lingkungan yang buruk (sanitasi, fasilitas pembuangan limbah, polusi), kondisi kerja yang buruk, hak kepemilikan tanah tidak dijamin.
  • Kemiskinan Terbatasnya akses ke informasi yang menyebabkan terbatasnya kesadaran akan buruknya kualitas pendidikan formal, hak, keterampilan dan potensi untuk mencari perubahan.
  • Partisipasi dalam kemiskinan adalah kurangnya akses dan kontrol atas proses pengambilan keputusan yang menyangkut nasib pribadi dan sosial.
  • Kemiskinan identitas, kebingungan antara kelompok-kelompok sosial, telah rusak.
  • Kebebasan dari kemiskinan adalah perasaan stres dan ketidakberdayaan, rasa tidak aman pada tingkat pribadi dan sosial.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, secara harfiah, kata miskin diberi arti properti. Kita harus membedakan tiga jenis orang miskin: miskin (miskin), sangat miskin (sangat miskin) dan lebih miskin (lebih miskin). Klasifikasi ini didasarkan pada pendapatan yang diperoleh setiap tahun. Orang miskin adalah orang yang datang dalam bentuk beras dengan penghasilan 320 kg / orang / tahun. Jumlah ini diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan makanan minimum (1.900 kalori / orang / hari dan 40 gram protein / orang / hari). Orang yang sangat miskin menghasilkan 240 kg hingga 320 kg beras / orang per tahun, dan mereka yang tergolong paling miskin berpenghasilan sekitar 180 kg beras / orang / tahun.

Menurut BPS, orang miskin adalah mereka yang asupan kalorinya kurang dari 2.100 kalori berdasarkan kategori makanan dan bukan makanan yang diukur oleh infrastruktur, termasuk jalan, rumah, dan ukuran sosial kesehatan dan pendidikan. Menurut peraturan BPS, kebutuhan makanan minimum populasi per orang adalah 2.100 kalori per hari. Dengan mempertimbangkan komponen makanan yang berbeda dari populasi, ukuran konsumsi diamati dari jumlah rupee.

Pendekatan garis kemiskinan lain yang diusulkan oleh Sayogo (Kuncoro, 2004) menggunakan basis harga beras. Menurut Sayogo, definisi kemiskinan adalah tingkat konsumsi per kapita setahun yang sama dengan beras. Berarti jumlah uang rupiah yang dibelanjakan setara dengan nilai beras sebanyak 20 kilogram untuk daerah perdesaan dan 30 kilogram daerah perkotaan.

 

Sumber : https://materi.co.id/