Categories
Pendidikan

Motivasi Menulis Fiksi

Motivasi Menulis Fiksi

Upaya untuk meningkatkan kecerdasan, sosial dan moral / perilaku dalam pembelajaran dapat ditempuh dengan berbagai cara, satu melalui fiksi (cerita pendek). Editing adalah salah satu lingkungan efektif untuk mendidik, menyalurkan, dan menghibur. Pengeditan dapat digunakan oleh guru sebagai bahan pembelajaran untuk menyampaikan pesan yang unik dan menyenangkan. Ada empat hal yang perlu dipertimbangkan untuk mulai menulis fiksi, sebagai berikut.


1. Kenali Fitur-Fitur Pembaca.

Artinya, penulis didorong untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam mengekspresikan ide kreativitas, tujuannya adalah agar penelitian dapat diterima oleh komunitas pembaca. Oleh karena itu, komunitas membaca adalah item yang tidak secara langsung mengidentifikasi perubahan dalam item pembuat cerita pendek. Perubahan ini terkait dengan hubungan antara kreativitas penulis dan pembaca, pengembangan cerita pendek. Tren mode penulisan cerpen disesuaikan dengan penulisan media massa. Akhirnya, gaya penulisan cerpen telah berubah sebagai media hiburan, media informasi dan alat kontrol sosial.


2. Bahasa Mudah dipahami Oleh Pembaca.

Meskipun pilihan kata dan kalimat berarti konotasi, itu harus disesuaikan sesuai dengan komunitas membaca. Jika cerita tersebut ditulis untuk bahan pembelajaran, guru harus dapat memilih kata-kata yang akrab bagi siswa. Kami dapat mewujudkan topik untuk mengembangkan cerita yang lebih beragam dan menarik di kalangan siswa. Meskipun bahasa yang digunakan oleh penulis cocok dengan komunitas membaca, pesan dan nilai-nilai dalam cerita harus dipertahankan.


3. Pesan itu diberikan

Bahwa unsur-unsur pendiri cerita pendek relatif, tidak absolut. Elemen-elemen ini berkembang dan berubah. Perubahan bermula dari hasil cerpen, yang selalu menyimpang dari kriteria tertentu di dunia sastra, yang selalu membuka kemungkinan akan sesuatu yang baru (Atmowiloto, 1981: 23).


4. Cerita Menarik dan Menyenangkan

Yaitu, cerita pendek menjadi semacam kebutuhan, selain menjadi menyenangkan, cerita pendek juga membawa misi kritik sosial. Sejalan dengan fungsi media alat kontrol sosial di masyarakat / pembaca. Hubungan cerita pendek dengan masyarakat terkait dengan fakta bahwa sumber bahan cerita pendek adalah kenyataan yang hidup di masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa tema, karakter, penokohan, dan cerita dalam cerpen mencerminkan keadaan masyarakat. Berbagai cara untuk mencerminkan keadaan masyarakat dapat terjadi, karena dalam karya-karya sastra, kenyataan adalah hasil dari pemikiran kreatif penulis, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa realitas ada di dalamnya. Pandangan ini menyiratkan bahwa ekspresi emosi yang diungkapkan dalam cerita pendek terkait dengan keadaan emosional dan rasional masyarakat.

 

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :